Peluang-peluang Baru di Balik Sampah

(@Rhenald_Kasali)

Baru-baru ini Rumah Perubahan kedatangan direksi dan manajemen PD Pasar Jaya. Dari pertemuan itu saya mendengar, setiap hari Pasar Jaya menghasilkan ratusan ton sampah dan setiap meter kubiknya dipungut bayaran yang terus meningkat. Saat ini biaya angkutnya sudah Rp. 40.000 ,- per meter kubik, padahal dua tahun lalu masih Rp. 5.000,-.

Bisnis angkat sampah sendiri telah tumbuh menjadi usaha yang amat besar. Namun Pasar Jaya punya peluang besar untuk menghemat. Kalau di lokasi pembuangan disediakan mesin pencacah, maka kubikasinya pun akan jauh berkurang. Apalagi bila sampah itu disaring, dan dipisahkan antara organik dan plastik.

Bila sampah anorganik tak mau diolah lagi, sampah itu bisa dipres menjadi batangan-batangan sebesar batu bata yang bisa diperdagangkan kepada industri-industri yang butuh bahan bakar dalam jumlah besar.

Gerakan-gerakan untuk mengubah sampah plastik menjadi lahan bisnis belakangan muncul di berbagai penjuru dunia. Di Washington, misalnya, pada tahun 2009 didirikan Envion, dengan nilai investasi 5 juta dolar. Envion setiap tahun mengonversi 6.000 ton sampah plastik menjadi sejuta barel cairan setara minyak bumi yang siap digunakan sebagai pencampur BBM.

Di Kanada, JBI juga didirikan dengan plastic2oil (P2O) technology. Mereka mengklaim usaha konversi sampah plastik itu sebagai usaha yang ultra clean, low sulphur fuel, sehingga tidak memerlukan pengolahan, pengilangan atau pembersihan plastik yang belum tersortir.

Di India, seorang anak sekolah juga telah berhasil membuat alat sederhana untuk mengubah sampah plastik menjadi BBM. Hanya saja keekonomiannya belum didapatkan. Masih dibutuhkan skala usaha besar untuk menghasilkan kegiatan ekonomi itu.

Di Filipina, kesadaran untuk bertempur melawan wabah sampah plastik telah mendorong para insinyur menemukan cara baru untuk mengatasinya. Jayme Navarro, penemu itu bahkan telah mengkomersialkannya dan mendapat sambutan yang besar.

Dari Jepang, sebuah video belum lama ini dikeluarkan oleh United Nations University tentang temuan yang telah berhasil dilakukan insinyur-insinyur Jepang. Hanya saja basisnya adalah plastik-palstik bersih yang telah disortir.

Harga mesinnya yang berkapasitas kecil hanya Rp 130 juta, sedangkan yang besar Rp. 1,7 miliar. Temuan serupa juga telah dilakukan di Taiwan. Tentu saja semua ini membutuhkan support dari pemerintah, apakah ingin terus mensubsidi negara-negara penghasil minyak, atau membelinya dari kawasan-kawasan sampah plastik di dalam negeri. Caranya sudah tidak sulit kok!

Tetapi kalau pengusaha domestik harus menjual hasilnya ke pasar dengan harga subsidi, sudah pasti akan berat! Mesin-mesin itu semua diadakan dengan pertimbangan harga minyak di pasar internasional yang terus semakin mahal.

Limbah Perikanan

Di lain pihak, sampah pasar adalah sumber potensi yang sangat bernilai bagi perikanan rakyat. Seorang teman pernah menghasilkan belatung dari sampah yang diolah secara sederhana untuk mengganti sumber protein bagi pakan ikan-ikan konsumsi.

Harap maklum perikanan rakyat belakangan ini agak megap-megap, menyusul kenaikan harga terus menerus pakan ikan atau pellet yang diproduksi oleh produsen-produsen asing di sini.

Di pasar tradisonal masih banyak sumber-sumber pakan yang bisa dikumpulkan, mulai dari sayuran-sayuran yang terbuang, limbah daging sapi atau ayam, ikan asin yang terbuang dan seterusnya. Semua itu adalah resources penting bagi perikanan yang masih ada nilainya.

Sampah Perumahan

Yang sedikit butuh kerja keras adalah bagaimana menggerakkan roda-roda bisnis sampah perumahan. Ini sebenarnya biasa saja seperti orang yang membuka restoran, yaitu harus ada orang yang rela membangun kepercayaan.

Ibarat membangun restoran, maka setahun-dua tahun bisa saja anda belum menangguk untung. Namun karena dikerjakan oleh orang-orang yang biasa memperoleh gaji tetap, bisnis ini seringkali ditinggalkan justru sebelum menjadi “bisnis” yang profitable.

Masalahnya, di daerah perumahan tak semua orang mau membayar agar sampahnya diolah. Belum lagi resistensi dari pihak tertentu yang mengetahui sampahnya diolah di dekat rumah mereka sendiri.

Jadi semua itu butuh upaya ekstra. Butuh proses untuk membangun platform network, membangun cashflow dan yang terpenting memanjangkan asa. Nanti kalau sudah berjalan, bisnis yang dimodali Rp 100 juta-Rp 200 juta rupiah ini pasti akan menjadi perhatian publik, dan semua yang dikumpulkan akan mendatangkan uang.

Sumber penghasilannya mulai dari kompos, energi biomassa, plastic recycle, pakan perikanan, dan seterusnya, di samping upah pungut sampah dari perumahan. Gagasan-gagasan baru pun akan bermunculan, dan komunitas-komunitas yang lebih luas akan berdatangan kepada anda meminta agar anda menangani sampah di komunitas mereka.

Di penghujung tahun 2013 ini hendaknya kita menyadari, bahwa pada tahun 2008 bangsa ini telah mengudang-undangkan tentang Pegolahan Sampah (UU No 18/2008). Setelah itu, pada tahun 2010, Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Perpu No 33/2010 tentang Pedoman Pengolahan Sampah.

Keduanya, mengatur tentang bagaimana “Serangan Sampah” harus diatasi dengan cara-cara baru di seluruh pelosok tanah air. Sayangnya, 5 tahun setelah UU itu diberlakukan, hampir semua pemerintah daerah terlihat cuek saja. Padahal di balik musibah ini ada peluang bisnis yang besar.

Dan kalau pemerintah kota/ kabupaten diam saja, Anda pun bisa bergerak cepat mengambil kesempatan sebelum kita semua frustasi.

Advertisements

Daur Ulang Sampah Kaca

Sampai saat ini sampah merupakan masalah serius di negeri ini, terutama di kota-kota besar dengan jumlah penduduk yang melebihi batas. Salah satu sampah inorganik yang sering menimbulkan masalah adalah sampah botol kaca.

Namun ada beberapa kegunaan sampah yang berbentuk botol yang bisa kita daur ulang misalnya :

– Botol kaca bekas minuman sirup, kecap, bisa kita gunakan untuk membuat siring tanaman di halaman rumah. Cara memasangnya dibalik bagian atas dibawah jadi sedikit ditanam di dalam tanah.

– Botol bekas minuman c-1000, dapat digunakan sebagai wadah bumbu dapur. Tentunya kita buang dulu labelnya. Anda bisa memberi sentuhan warna di bagian bawah kira-kira 1 cm dari dasar botol dan bagian atas 1 cm di bawah bagian bibir botol. Bumbu dapur akan lebih aman dan terlihat rapi misalnya untuk wadah merica bubuk/bijian, ketumbar bubuk/bijian, cengkeh, pala dan banyak lagi bumbu dapur yang dapat disimpan dalam botol tersebut. Jangan lupa beri nama di masing-masing botol menurut isinya.

– Botol bekas tempat saus sambel, saus tomat pun dapat kita gunakan lagi untuk tempat pengharum cucian, tempat pembersih lantai, pelicin pakaian yang akan disetrika dan banak lagi. Tentunya kita membeli yang jenis punch (kemasan isi ulang) disamping itu kita pun akan lebih mengirit pengeluaran karena dengan membeli kemasan isi ulang maka harganyapun akan lebih murah.
Biasanya botol-botol seperti diatas jarang di ambil pemulung karena tidak laku dijual kecuali botol bekas air mineral.

Selain itu banyak cara yang digunakan oleh para pengrajin untuk memanfaatkan kaca-kaca bekas sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan. Salah satunya adalah benda seni berupa kerajinan gelas dari bahan pecahan kaca.

Bahan yang dibutuhkan adalah pecahan kaca atau pecahan botol bekas, toples bekas dan apa saja yang berbahan kaca. Bahan baku tersebut dibersihkan dari bahan kontaminan, dicuci hingga bersih dan dilebur dalam tungku pemanas bersuhu 1500 derajat Celcius selama 24 jam. Setelah benar-benar meleleh, selanjutnya kaca itu dibentuk sesuai dengan keinginan. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang.

Hasil Olah Plastik

Anda mempunyai produk plastik hasil olahan mesin crusher plastik?
Anda mencari produk biji plastik?

PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik tembus pandang/transparan seperti botol air mineral, botol minuman, botol jus, botol minyak goreng, botol kecap, botol sambal, botol obat, dan botol kosmetik dan hampir semua botol minuman lainnya. Untuk pertekstilan, PET digunakan untuk bahan serat sintetis atau lebih dikenal dengan polyester.

HDPE (high density polyethylene) memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE biasa dipakai untuk botol kosmestik, botol obat, botol minuman, botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan jerigen pelumas dan lain-lain.

PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Jenis plastik PVC ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), untuk mainan, selang, pipa bangunan, taplak meja plastik, botol kecap, botol sambal dan botol sampo.

LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. LDPE dipakai untuk tutup plastik, kantong/tas kresek dan plastik tipis lainnya.

Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, tutup botol, cup plastik, mainan anak, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai seperti sendok, garpu gelas, dan lain-lain. Polystyrene dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.

Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu : SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate), dan Nylon. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan,
kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan sehingga merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.

Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
PC atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.

Bagi Anda yang membutuhkan ataupun menjual produk-produk hasil cacahan jenis-jenis plastik di atas, silakan share disini melalui kolom komentar yang disediakan. terima kasih.

HY250 Sebagai Langkah Awal Wirausaha Muda dari Polban

Tanpa kami duga, kami kedatangan seorang tamu yang cukup mengejutkan. Seorang mahasiwa dari Politeknik Bandung! Mahasiswa bernama Mustofa tersebut mendapat kepercayaan untuk mengelola dana yang digunakan sebagai program kewirausahaan bagi mahasiswa.
Sdr Mustofa, tertarik untuk mengembangkan usaha dalam bidang pengolahan sampah. Singkat kata, Sdr Mustofa melakukan order pembuatan mesin crusher tipe HY250 kepada kami.

Berikut ini gambar mesin crusher HY250 yang sedang dalam proses pembuatan :

pada gambar di atas, tampak crusher HY250 yang sudah pada tahap finishing serta crusher yang sedang dalam proses pengerjaan. Yang sudah dilakukan pengecatan adalah crusher order dari PT Indaco Solo sedangkan crusher yang dikerjakan adalah pesanan dari Sdr. Mustofa.

Berikut ini gambar mesin crusher HY250 yang sudah siap dalam proses finishing:

pada sebelah kiri terlihat motor penggerak yang sudah disiapkan. Sdr Mustofa menginginkan agar suara motor penggerak yang tidak terlalu berisik. Kami usulkan agar menggunakan motor listrik, namun di lokasi pengolahan sampah, tidak memungkinkan catuan sebesar 5.5 x 750 watt, sehingga disepakati menggunakan motor penggerak berbahan bakar bensin walaupun dengan harga yang sedikit lebih mahal daripada motor penggerak diesel.

Hari Jumat, 11 Februari 2011 mesin crusher tsb sudah selesai dan dikirimkan ke lokasi pengolahan sampah di sekitar kampus Politeknik Bandung. Kepada Sdr Mustofa kami ucapkan selamat berwirausaha, semoga langkah awal Anda meuju sukses diikuti oleh rekan-rekan mahasiswa lain. Salam Go Green!

Mengolah Sampah Menjadi Uang

KOMPAS.com — Ibu Kidem (58) tampak serius dengan mesin jahit di hadapannya. Sesekali dia menggunting sisa benang, kemudian kembali menginjak pedal dan mulai menjahit.

Tidak seperti para pejahit yang biasanya menjahit kain untuk dibuat menjadi pakaian, Kidem sedang menjahit potongan-potongan berbagai kemasan produk yang terbuat dari plastik untuk dijadikan tas.

Mendaur ulang sampah kemasan produk berbahan plastik adalah usaha yang baru saja digeluti Kidem. Dia tidak pernah menyangka jika kemasan plastik yang dulu selalu dia buang ternyata bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

“Saya mulai mendaur ulang sampah sejak tahun 2008. Merintis dari nol dan waktu itu ada yang mengajarkan dari warga sekitar yang sudah lebih dulu bisa. Iseng aja ikut pelatihan, lalu saya tertarik dan mulai mencoba usaha ini,” kata Kidem saat ditemui di Jalan Delima, Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (21/2/2011).

Bukan proses yang mudah untuk mendaur ulang sampah menjadi produk yang bisa digunakan kembali, butuh waktu hampir seminggu untuk membuat satu buah tas ukuran besar. Menurutnya, sampah kemasan plastik yang dikumpulkan harus dibersihkan terlebih dahulu. Proses pencucian bahan dasar (sampah kemasan plastik) hingga pengeringan memakan waktu empat hari, kemudian bahan dasar dipotong menurut pola yang ingin dibentuk, baru dijahit.

“Kami nyuci-nya gak sembarangan, kami rendam, kucek, dikasih pemutih supaya gak bau. Namanya juga ngambil bahannya dari tempat sampah, jadi harus benar-benar bersih mencucinya,” kata Kidem.

Proses menjahit pun tidak mudah, bahan dasar tidak langsung dijahit begitu saja. Untuk membuat tas, dia membutuhkan lebih dari 100 lembar bahan dasar, hal ini dikarenakan untuk satu lembar bahan dasar hanya bisa mendapatkan dua hingga tiga lembar potong pola.

“Itu kalo bahan dasarnya ada, tetapi kadang kita harus menunggu dulu karena tidak semua kemasan plastik cocok, baik dari segi model maupun warna. Oleh karena itu, harus sabar,” tutur Kidem yang mengaku mendapatkan bahan dasar dari Koperasi Bank Sampah yang ada di kampungnya binaan Yayasan Unilever Indonesia.

Koperasi Bank Sampah dikelola secara mandiri oleh warga Jalan Delima III. Secara rutin warga mengirimkan sampah yang telah dipilah untuk ditimbang dan dijual. Dari sinilah Kidem mendapatkan bahan dasar untuk usahanya. Selain lebih murah, dia tidak perlu jauh-jauh mencari bahan.

Karena faktor usia, Kidem tidak menjalani usaha ini sendirian, dia mengajak keempat temannya untuk turut bekerja. Biasanya keempat temannya mendapatkan tugas mencuci bahan dasar, mengeringkan, menggambar, dan menggunting pola. Untuk urusan jahit-menjahit diserahkan kepada Kidem.

“Kalo kerja sendirian, saya gak kuat. Pernah sekali dapat pesanam 50 tas, saya kerjainnya dengan teman-teman, itu aja memakan waktu 1,5 bulan,” kata Kidem.

Produk daur ulang yang telah jadi bisa memiliki nilai yang lebih tinggi. Harga yang dipatok pun bervariasi, mulai dari Rp 35.000 hingga Rp. 50.000, paling murah Kidem menaruh harga Rp 10.000 dan Rp 150.000 yang paling mahal. Dari usaha ini Kidem tidak mengambil keuntungan banyak, dia hanya meraup keuntungan Rp 25.000 hingga Rp 50.000.

“Nah keuntungan itu saya bagi lagi dengan teman-teman, biasanya sih 60-40. Saya 60 persen, teman-teman saya berempat 40 persen,” kata Kidem menjelaskan pembagian keuntungan.

Sempat bekerja di konveksi mulai dari tahun 1986 hingga 1996 membuat ibu yang memiliki enam anak ini tidak kesulitan menggeluti usaha ini. Dari usaha daur ulang sampah ini, Ibu Kidem mampu mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Anak-anak saya, sih, sudah pada besar dan berkeluarga jadi keuntungan yang saya dapatkan dipakai buat kebutuhan saya dan suami saja, lumayan buat tambah-tambah” ujarnya.

Membuat Kompos Metode Takakura

Jika hoby merawat tanaman hias, sering kali kita harus membeli pupuk, kini harga pupuk semakin mahal saja. Harga pupuk kompos di toko pertanian berkisar Rp 5.000 s/d 15.000, per 5 kg Sedangkan sekarung harganya Rp.30.000. Padahal kita dapat membuat sendiri pupuk kompos di rumah, dengan bahan baku limbah/ sampah yg ada di rumah kita.

Bahan baku
Ada dua jenis sampah yaitu organik dan anorganik. yang termasuk sampah organik dan bisa dijadikan bahan kompos adalah sampah coklat (daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, serutan kayu, sekam, jerami, kulit jagung, kertas yang tidak mengkilat, tangkai sayuran) dan sampah hijau (sayuran, buah-buahan, potongan rumput segar, daun segar, sampah dapur, ampas teh/kopi, kulit telur, pupuk kandang). Sedangkan yang masuk kelompok sampah anorganik adalah plastik, stereoform, kertas (mengkilat), logam, kaca dll. dipisahkan saja itu “jatah nya pemulung”

Alat dan bahan
Alat yang dibutuhkan adalah tempat memproses sampah menjadi kompos (komposter). Macam-macam jenisnya, ada yang terbuat dari batako, gentong plastik, keranjang (keranjang takakura) ataupun karung. Bahan yang digunakan untuk mengurai sampah menjadi kompos adalah starter, yaitu mikro organisma pengurai.

Stater siap pakai seperti EM4 (effective microorganism 4) bisa dibeli di toko pertanian dengan harga sekitar Rp. 13.000 s/d Rp 15.000. per botol 1 liter. atau kita dapat membuat starter sendiri dengan cara sederhana:

  1. Nasi (baru maupun basi) dibentuk bulat sebesar bola ping-pong sebanyak 4 buah.
  2. Diamkan selama tiga hari sampai keluar jamur yang berwarna kuning, jingga, dan abu-abu.
  3. Bola nasi jamuran kemudian dimasukkan ke dalam botol/wadah plastik.
  4. Tuang air satu gayung yang sudah dicampur gula sebanyak empat sendok makan ke dalam botol/wadah yang berisi nasi jamuran.
  5. Diamkan selama satu minggu. Campuran nasi dan air gula tersebut akan berbau asem seperti tape/peuyeum. Starter sudah bisa digunakan untuk membuat kompos, dengan cara dicampur air. Perbandingan stater dengan air sebesar 1:5.

Cara membuat kompos

Metode (metoda Keranjang Takakura) :
Satu keluarga dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 7 orang dapat menggunakan keranjang standar (lihat gambar) dengan starter 8 kg Sampah rumah tangga yang diolah di keranjang ini maksimal 1,5 kg per hari.

  1. Siapkan keranjang yg berlubang-lubang kecil dan tempatkan pada tempat yang teduh, tidak kena hujan dan sinar matahari langsung serta memiliki sirkulasi udara yang bagus. Letakkan penyangga (batu bata atau bisa yang lain) pada bagian bawah keranjang agar aliran udara bisa masuk.
  2. Masukkan sekam kedalam suatu wadah dan tempatkan pada bagian bawah keranjang, berfungsi untuk menyerap air, mengurangi bau dan mengontrol udara agar mikroba berkembang dengan baik.
  3. Cari kardus bekas masukan kedalam keranjang di atas bantalan sekam untuk menampung bahan-bahan yang akan dikomposkan.
  4. Isi wadah dengan starter atau kompos kurang lebih setebal 5 cm. Kompos berfungsi sebagai starter proses pengomposan karena di dalamnya terkandung mikroba-mikroba pengurai.
  5. Masukkan bahan yang akan dikomposkan. Bahan-bahan yang akan dikomposkan sebelum dimasukkan ke keranjang harus dipotong kecil-kecil ukuran 2 cm x 2 cm. Semakin kecil ukuran akan semakin cepat terurai. Jika terlalu basah, tambahkan sekam atau serbuk kayu gergajian. Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan. Bila perlu tambahkan selapis kompos yang sudah jadi. Agar kompos beraroma jeruk, anda bisa menambahkan kulit jeruk ke dalam keranjang.
  6. Untuk memastikan proses pengomposan berjalan, letakkan tangan kita 2 cm dari kompos. Bila terasa hangat, dapat dipastikan proses pengomposan bekerja dengan baik. Jika tidak, percikkan sedikit air untuk memicu mikroorganisme bekerja. Bisa jadi kompos terlalu kering sehingga memerlukan air.

Lakukan kegiatan tersebut berulang-ulang selama 40 – 60 hari. Bahan yang telah menjadi kompos akan berwarna hitam, tidak berbau dan tidak becek.

Cara Panen
Bila kompos di dalam Keranjang Takakura telah penuh, ambil 1/3-nya dan kita matangkan selama seminggu di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sisanya yang 2/3 bisa kita gunakan kembali sebagai starter untuk pengolahan berikutnya.

Selain mengunakan wadah keranjang kita bisa juga membuat pupuk kompos dengan ”metode karung” yaitu menggunakan karung sebagai wadah nya.

Selamat mencoba…. kalau mau di jual .. silahkan bungkus dengan plastik atau karung ukuran 5 kg….. semoga bermanfaat.

Peluang Menjadi Agen Pemasaran Mesin Crusher

Anda peduli lingkungan? Anda juga ingin berbisnis?

Mesin Crusher adalah salah satu solusinya!!, dengan mesin crusher ini kita bisa mengolah sampah plastik yang sangat sulit diurai oleh tanah untuk diolah dan didaur ulang.
Dengan mesin crusher sampah organik kita bisa membuat pupuk kompos untuk mengganti pupuk kimia yang semakin mahal.

Selain bisa menjaga lingkungan, anda pun bisa menghasilkan keuntungan, ayo segera beraksi menjaga bumi dengan bisnis hasil kreasi anak negeri.

Bagi anda yang berminat untuk menjadi agen pemasaran mesin crusher silakan hubungi info@mastermesin.com atau sms ke 081321517979 untuk informasi lebih lanjut.

Prioritas
agen adalah mereka yang pernah membeli mesin crusher kepada kami.

Kesempatan ini terbuka untuk seluruh wilayah Indonesia!

Pengolahan Sampah Plastik, Dari Sampah Sampai Menjadi Pellet

Semakin banyaknya pertanyan mengenai detail pengolahan sampah plastik, baik melalui telepon maupun email, kami sampaikan sebagai berikut:

Mesin yang selama ini menjadi fokus kami adalah mesin crusher plastik atau mesin penggiling plastik atau mesin penghancur sampah plastik atau mesin pencacah plastik. mesin tersebut merupakan mesin penghancur, sekaligus terjadi proses pembersihan dan hasilnya adalah ‘biji'(potongan plastik kecil sesuai jenis bahan). Mesin tersebut mencakup : mesin crusher, pisau crusher dan mesin/motor penggerak.

Proses yang terjadi / langkah-langkah yang dilakukan, yaitu:

  • pengelompokan jenis plastik kantong/kresek atau botol, pengelompokan dilakukan secara manual oleh petugas sortir. kita juga bisa membeli bahan yg sudah disortir dengan harga bahan yg lebih mahal.
  • setelah ada hasil pengelompokan, plastik dimasukkan ke dalam mesin yg sudah dinyalakan dulu dengan mengaktifkan mesin motor diesel yg dikaitkan dengan mesin penggilingnya. diperlukan petugas untuk memasukkan bahan plastik ke mesin. pada proses ini bagian atas mesin terdapat corong untuk memasukkan air + deterjen sebagai sarana pencucian plastik tahap pertama. selain terjadi proses pencucian, plastik mengalami pencacahan/penggilingan sehingga ukuran menjadi lebih kecil
  • di dalam mesin terdapat saringan, sehingga bila ukuran plastik yg hancur sudah sesuai lubang saringan, akan keluar sbg hasil (‘biji’ plastik)
  • hasil yg keluar dari mesin tersebut dicuci kembali (pencucian tahap 2), sehingga hasilnya benar2 bersih dari tanah yg menempel.

untuk pembuangan limbah dilakukan lewat aliran air yg dekat dengan tempat pengolahan tersebut (bisa berupa selokan dg aliran yg lancar, sungai kecil lebih baik), limbah tidak berbahaya, karena hanya membuang air bekas cucian + detergen.

kami memproduksi mesin crusher dengan harga sebagai berikut:
https://mastermesin.wordpress.com/2009/08/22/harga-terbaru-mesin-crusher/

HARGA AKAN NAIK PADA TAHUN 2010!!!

Proses berikutnya adalah pengeringan hasil dari mesin crusher.
hasil/biji plastik tsb dikeringkan dengan menggunakan mesin atau secara alami.

  • untuk pengeringan secara alami bisa menggunakan cahaya matahari.
  • untuk mesin yg lebih murah bisa menggunakan mesin sentrifugal (mesin khusus atau bisa juga pakai mesin cuci bekas)
  • untuk pengeringan yg lebih cepat menggunakan alat press manual + oven pengering.

Setelah proses pengeringan hasil olahan plastik,potongan plastik kecil yg sudah kering tersebut dapat dijual kepada pihak pengumpul hasil crusher atau langsung pabrik (yg sudah memiliki mesin pellet) seperti pabrik mainan plastik, pabrik alat-alat rumah tangga dengan bahan plastik dan lain-lain.

Proses pengolahan plastik pada mesin pellete adalah sebagai berikut:

  • hasil dari crusher yg sudah kering dimasukkan secara manual oleh petugas ke dalam mesin pellet, di dalam mesin terdapat element panas untuk ‘membakar’ plastik agar menjadi lebih cair/ berbentuk gel,
  • terdapat perangkat sekru (screw), yg berfungsi untuk menjadikan plastik yg telah menjadi gel tersebut menjadi ‘mie’ plastik. terjadi proses pembuatan mie dalam 2 tahap yaitu yg plastiknya bersumber dari petugas dilanjutkan yg bersumber dari mesin (proses ini dilakukan agar menghasilkan output mie plastik yg stabil) yang kemudian dilakukan pendinginan untuk dipotong dengan mesin pemotong sehingga dihasilkan biji/pellete plastiknya sebesar biji padi/beras.

Harga mesin pellet import dengan diameter screw 100mm (10 cm) adalah USD 55.000 (lima puluh lima ribu dollar amerika serikat). Untuk mesin pellet dengan diameter screw yang lebih besar harga lebih mahal. Namun apabila memesan mesin yang kami produksi, harga hanya Rp. 375juta.

Untuk memastikan lokasi pengerjaan mesin, bisa mendatangi ke lokasi kami di Bukit Permata Cimahi D2-3 Cilame Ngamprah Bandung Barat. (silakan konfirmasi terlebih dahulu)

Catatan:
untuk memulai usaha ini yg perlu dipersiapkan adalah tempat pengolahan sampah plastik yg dekat dg aliran air, serta tempat untuk pemasaran hasil.

Proses Pengolahan Sampah Plastik

Dari beberapa email yang masuk kepada kami, seringkali menanyakan tentang proses pengolahan sampah plastik yang umum digunakan oleh para pebisnis pengolahan sampah plastik tersebut.

Berikut ini beberapa rangkaian langkah-langkah yg dilakukan selama proses pengolahan sampah plastik:

  • pengelompokan jenis plastik kantong atau botol, pengelompokan dilakukan secara manual oleh petugas sortir. selain dari jenis plastik, pengelompokan juga dilakukan berdasarkan warna, karena perbedaan warna biasanya menunjukkan jenis plastik yang berbeda. Apabila kita yakin bahwa jenis plastiknya sama, maka pengelompokan plastik bisa dilakukan berdasarkan jenisnya saja. Jenis-jenis plastik yang lebih detail bisa dilihat pada artikel ini. Kita juga bisa membeli bahan sampah plastik yg sudah disortir dengan harga bahan yg lebih mahal.
  • setelah pengelompokan dilakukan, plastik dimasukkan ke dalam mesin, mesin dinyalakan terlebih dulu dengan mengasktifkan mesin motor diesel (atau motor listrik) yg dikaitkan dengan mesin penggilingnya. diperlukan petugas untuk memasukkan bahan plastik ke mesin. pada proses ini bagian atas mesin terdapat corong untuk memasukkan air + deterjen sebagai sarana pencucian plastik tahap pertama. selain terjadi proses pencucian, plastik mengalami pencacahan/penggilingan sehingga ukuran menjadi lebih kecil.
  • di dalam mesin terdapat saringan, sehingga bila ukuran plastik yg hancur sudah sesuai lubang saringan, akan keluar sbg hasil (biji plastik)
  • hasil yg keluar dari mesin tersebut dicuci kembali (pencucian tahap 2), sehingga hasilnya benar2 bersih dari tanah yg menempel.
  • hasil/biji plastik tsb dikeringkan dengan menggunakan mesin secara terpisah (atau manual dengan memanfaatkan sinar matahari)

Catatan:
Untuk pembuangan limbah dilakukan lewat aliran air yg dekat dengan tempat pengolahan tersebut (bisa berupa selokan dg aliran yg lancar, sungai kecil lebih baik), limbah tidak berbahaya, karena hanya membuang hasil cucian + detergen.

Apabila menginginkan peninjauan lokasi serta memerlukan demo pemrosesan sampah plastik, bisa mendatangi ke lokasi kami di Bukit Permata Blok D2 No 3 Cilame Ngamprah Bandung Barat. Silakan konfirmasi terlebih dahulu untuk pengaturan jadwalnya.

Analisa Kelayakan Bisnis Sampah Plastik

Setelah membandingkan beberapa analisa kelayakan bisnis yang representatif, kami dapatkan analisa kelayakan bisnis pengolahan sampah plastik yang bersumber dari majalah pengusaha (majalahpengusaha.com)

(beberapa angka yang kami coret bisa dilakukan optimasi sesuai harga yang didapatkan, sedangkan untuk mesin dengan kapasitas 1 ton /hari yang kami tawarkan sudah mencakup motor penggerak).

Berikut analisa tersebut :

analisa-kelayakan-bisnis
Beberapa biaya yang bisa dioptimasi :
– Biaya Transportasi (pembelian dan penjualan)
– Tanah dan Bangunan tidak harus 1000m2, bisa menggunakan 500m2
– Pisau Crusher

Analisa tersebut juga sangat tergantung pada harga dari biji plastik di pasaran. bisa lebih besar maupun lebih kecil. namun dari pengamatan di lapangan hasil yang didapatkan lebih optimis dari yang disajikan.