Archive

Archive for the ‘Kesehatan’ Category

Jenis Plastik Berdasarkan Nomor

January 7, 2011 1 comment
#1 PETE/PET
#1. PETE/PET
PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik tembus pandang/transparan seperti botol air mineral, botol minuman, botol jus, botol minyak goreng, botol kecap, botol sambal, botol obat, dan botol kosmetik dan hampir semua botol minuman lainnya. Untuk pertekstilan, PET digunakan untuk bahan serat sintetis atau lebih dikenal dengan polyester
PETE/PET direkomendasikan HANYA UNTUK SEKALI PAKAI. Penggunaan berulang kali terutama pada kondisi panas akan menyebabkan melelehnya lapisan polimer dan keluarnya zat karsinogenik dari bahan plastik tersebut, sehingga dapat menyebabkan kanker untuk penggunaan jangka panjang.

 

#2 HDPE
#2. HDPE
HDPE (high density polyethylene) memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.
HDPE biasa dipakai untuk botol kosmestik, botol obat, botol minuman, botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan jerigen pelumas dan lain-lain.
Walaupun demikian HDPE hanya direkomendasikan untuk sekali pakai, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. Bahan HDPE bila ditekan tidak kembali ke bentuk semula.

 

#3 PVC
#3 PVC
PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Jenis plastik PVC ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), untuk mainan, selang, pipa bangunan, taplak meja plastik, botol kecap, botol sambal dan botol sampo
PVC mengandung DEHA yang berbahaya bagi kesehatan. Makanan yang dikemas dengan plastik berbahan dapat terkontaminasi karena DEHA lumer pada suhu -15oC

 

#4 LDPE
#4. LDPE
LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. LDPE dipakai untuk tutup plastik, kantong/tas kresek dan plastik tipis lainnya. Walaupun baik untuk tempat makanan, barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan. Selain itu pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia.

 

#5 PP
#5. PP
Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, tutup botol, cup plastik, mainan anak, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.
Bahan yang terbuat dari PP bila ditekan akan kembali ke bentuk semula.

 

#6 PS
#6 PS
PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai seperti sendok, garpu gelas, dan lain-lain. Polystyrene dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan ini harus dihindari, karena berbahaya untuk kesehatan, selain itu bahan ini sulit didaur ulang. Banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

 

#7 OTHER
#7. OTHER
Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu : SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate), dan Nylon.
SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan sehingga merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman.
Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.
PC atau Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.
Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berbahaya bagi kesehatan sehingga dianjurkan untuk tidak digunakan sebagai tempat makanan ataupun minuman .
Ironisnya banyak botol susu yang terbuat dari PC dan sangat mungkin mengalami proses pemanasan untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

 

 

Categories: Kesehatan Tags:

Go Green! Hidup Hirau Hijau

May 20, 2010 3 comments

Go Green! Hidup Hirau Hijau, Langkah Menuju Hidup Ramah Lingkungan

Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) – 2007 menyimpulkan bahwa yang menyebabkan dampak pemanasana global tidak hanya fenomena alam saja, tapi juga ulah manusia.

Berapa lama waktu penguraian sampah?

  • Kertas, 2-5 bulan
  • Kardus, karton, 5 bulan
  • Kulit buah, 6 bulan
  • Filter rokok, 10-12 tahun
  • Kantong plastik, 10-12 tahun
  • Benda-benda kulit, 25-40 tahun
  • Kain Nilon, Jaring ikan, 30-40 tahun
  • Aluminium, 80-100 tahun
  • Baterai bekas, 100 tahun
  • Plastik yang tertimbun di tanah, 200 – 1000 tahun
  • Botol kaca, 1 juta tahun
  • Styrofoam, tidak dapat hancur

Mari kita mulai dari diri kita mengulurkan tangan, peduli dan ikut bergabung untuk turut menyelamatkan bumi dengen meng-kampanye-kan Go Green.

  • Jadilah konsumen ramah lingkungan
  • tanam lebih banyak pohon
  • efisienkan penggunaan air
  • hemat listrik dan bahan bakar minyak
  • kurangi penggunaan kertas dan tissue
  • stop minta kantong plastik
  • jangan gunakan plastik (bakarlah plastik)

Tapi jika bisa mengolah plastik menjadi suatu bisnis, tentu akan berdampak ganda! Selain menjaga lingkungan juga membuka lapangan pekerjaan. Pedulikah Anda?

Salam Go Green!

Insan Berbudaya dan Sampah

September 25, 2009 Leave a comment

“Insan Berbudaya Harus Peduli Kebersihan” begitu seruan pada papan putih yang terpancang di pojokan Jalan Skanda dan Jalan Gelap Nyawang, persis di sebelah seonggok sampah yang dibuang oleh, entah orang buta huruf, atau orang yang ingin mengumumkan pada dunia bahwa ia bukanlah Insan Berbudaya yang dimaksud oleh tulisan pada papan pengumuman itu.

Oh, tidak, ini bukanlah satu-satunya ironi yang terjadi pada masyarakat kita. Telah sering kali ironi ini terjadi dan muncul di mana-mana. Namun kecaman pedas dan teguran keras tampaknya tidak cukup untuk menghentikan kejadian serupa.

Mengapa demikian?
Mentor saya pernah bilang bahwa ini adalah masalah pola hidup. Untuk mengubah pola hidup yang seakan-akan tidak mempedulikan masalah sekitarnya ini memerlukan pembelajaran yang intensif, mulai dari penanaman nilai-nilai luhur dalam keluarga, hingga proses formal yang pada dasarnya mengubah pola pikir kita. Sepanjang pola pikir kita tidak diubah, pola hidup tidak akan pernah berubah.

Sepanjang pola pikir bahwa membuang sampah seenaknya ini dianggap bukan perbuatan yang sangat tidak bertanggung jawab, dan sepanjang setiap orang berpendapat bahwa masalah sampah adalah masalah pemerintah kota, Bandung tidak akan pernah bebas dari masalah sampah.

source: http://sampahbandung.blogspot.com

Categories: Kesehatan Tags:
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.